Skip links

Mengapa Nama Domain Sangat Penting di Dunia Digital?

Share

Domain adalah sebuah aset penting dalam dunia digital. Memiliki domain itu mirip seperti memiliki sebuah identitas yang mewakili sebuah individu atau badan di dunia nyata.

Namun, masih banyak orang yang bingung dengan apa itu domain? Dan, bagaimana cara mengelola domain? Bahkan, sebagian besar orang masih bingung dengan seberapa pentingnya domain sebagai aset bisnis dan profesionalitas.

Sebelum membahas lebih jauh tentang domain, mari kita bahas terlebih dahulu tentang domain…

1. Apa Itu Domain?

Di dunia digital (internet), domain adalah sebuah identitas berupa alamat yang memiliki nama dan karakter unik. Bentuk dari nama dan karakter domain sebenarnya hanya sebuah teks, namun, nama tersebut sangat berpengaruh besar sebagai poin akses bagi pengguna internet yang ingin mengunjungi sebuah website.

Contoh dari nama domain sebenarnya sudah umum kalian ketahui, contohnya:

  1. facebook.com
  2. google.com
  3. microsoft.com
  4. instagram.com
  5. dan lain-lain…

Setiap nama domain pasti unik. Artinya, tidak mungkin sebuah entitas, baik itu individu – badan usaha – pemerintah – memiliki nama domain yang sama.

Coba bayangkan jika saat ini kamu adalah pemilik dari nama domain facebook.com. Tentunya, ketika kamu memiliki nama domain tersebut, kamu punya kontrol penuh untuk mengendalikan dan mengelola facebook.com tanpa harus bersinggungan dengan pihak Meta, Inc (pemilik domain facebook.com).

Itu sebabnya, memiliki nama domain yang sangat unik itu seperti berburu harta karun… mengapa begitu?

Ketika kamu memiliki nama domain yang unik, maka kamu punya potensi untuk menjualnya dengan harga yang mahal…

2. Ekstensi Domain

Domain memiliki ekstensi. Beberapa ekstensi yang mungkin cukup diketahui oleh kamu adalah:

  1. .com (dot com)
  2. .net (dot net)
  3. .org (dot org)
  4. .co.id (dot co dot id)
  5. .id (dot id)

Setiap ekstensi berhak memiliki nama yang sama pada ekstensi yang berbeda. Contohnya, jika saya adalah pemilik dari domain facebook.com tetapi saya belum mendaftarkan (memiliki) facebook.net, maka kamu punya hak untuk mendaftarkan facebook.net.

Menariknya lagi, sekalipun saya memiliki sebuah perusahaan legal – misalnya – PT Facebook Indonesia, saya tidak berhak mengklaim kepemilikan facebook.net. Apabila saya ingin mengklaim kepemilikan facebook.net, maka saya harus melakukan negosiasi dengan kamu agar domain facebook.net bisa dikelola dan dikontrol oleh saya.

Walaupun begitu, setiap negara biasanya memiliki regulasi dan aturan yang cukup ketat terkait penggunaan nama brand atau perusahaan besar atas kepemilikan nama domain.

3. Masa Berlaku Domain

Perlu kamu ketahui bahwa domain bukanlah sesuatu yang dapat kamu beli sekali untuk seumur hidup. Kamu akan dibebankan biaya sewa nama domain minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun.

Harga biaya sewa domain cukup variatif. Dan, setiap ekstensi memiki harga yang berbeda. Contoh…

Domain dengan ekstensi .com biasanya diberi harga mulai dari Rp. 225.000 hingga Rp. 350.000 per tahun. Lalu, untuk domain dengan ekstensi .org mulai dari Rp. 220.000 hingga Rp. 325.000 per tahun.

Harga tersebut sepenuhnya ditentukan oleh penyedia jasa pendaftar domain atau pengecer (reseller) domain.

Di Indonesia sendiri, ada banyak penyedia jasa pendaftar domain, beberapa di antaranya adalah:

  1. Niagahoster
  2. Domainesia
  3. Rumahweb
  4. BeonOrbit

Catatan tambahan, jika kamu sudah mendaftarkan domain jangan lupa untuk memperpanjangnya. Apabila kamu lupa untuk memperpanjang domain, maka besar kemungkinan domain kamu akan diambil alih oleh orang lain. Ketika domain kamu diambil alih oleh orang lain, maka akan sulit untuk mendapatkan kembali nama domain tersebut.

Lebih bahaya lagi, jika nama domain tersebut sudah dikenal oleh banyak orang dan kamu lupa memperpanjangnya, maka pihak yang mengambil alih domain kamu pasti akan meminta bayaran agar domain tersebut bisa kembali kepemilikannya kepada kamu.

4. Mengelola Nama Domain

Masih banyak dari kita yang beranggapan bahwa memiliki nama domain itu sama dengan memiliki website. Padahal, memiliki website sama sekali tidak sama dengan memiliki nama domain.

Memiliki website pada dasarnya bisa dimulai dengan harga Rp. 0 (gratis) asalkan kamu memiliki kemampuan untuk membuat dan mengembangkan website. Bahkan, memiliki website di laptop kamu sendiri adalah hal yang sangat mungkin… tapi, yang bisa akses ya hanya kamu sendiri karena website tersebut belum terhubung dengan domain, belum online…

Sementara memiliki nama domain adalah hal mutlak yang pasti online. Walaupun nama domain yang kamu beli tidak memiliki website, tetapi orang lain sudah pasti tidak dapat mendaftarkan dan memiliki nama domain yang sudah kamu daftarkan. Ini adalah hukum mutlak!

Kegunaan nama domain juga bukan hanya untuk website. Kamu bisa memanfaatkan nama domain yang kamu daftarkan untuk email profesional, seperti gue@namakamu.com.

Jadi, kalau kamu sudah ketakutan bahwa memiliki nama domain berarti harus memiliki website, maka itu adalah ketakutan yang tidak berdasar.

Sebagai catatan tambahan, jika kamu sudah memiliki nama domain, maka setidaknya kamu harus paham dengan cara kerja untuk mengelola nama domain kamu dengan DNS (Domain Name System).

Apabila kamu tidak paham dengan cara kerja DNS, maka domain kamu tidak produktif, yang artinya kamu tidak bisa menggunakan nama domain kamu untuk kebutuhan website atau memiliki email profesional.

Akhir dan Kesimpulan

Nah, apakah sekarang kamu masih ragu untuk memiliki nama domain?

Jika kamu sudah mantap untuk membeli nama domain, kamu bisa membeli nama domain dari BeonOrbit. Di BeonOrbit, kamu bisa membeli dan mendaftarkan nama domain murah dengan kualitas layanan dan dukungan yang profesional.

Namun, jika kamu masih ragu untuk memiliki nama domain, maka kamu bisa meninjau ulang lagi kebutuhan nama domain, baik itu dari aspek profesional atau bisnis.

Sekali lagi, memiliki nama domain juga mengharuskan kamu untuk mengetahui cara mengelola domain. Oleh sebab itu, pertimbangkan juga hal tersebut ya…

Leave a comment